~.::*Mengendalikan Marah*::.~

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

~.::*ღ•☺•ღ*::.~☺*::.~•ღ~.::*~.::*

Sahabat saudaraku fillah..

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Berilah saya nasihat.” Rasulullah Bersabda :
“Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (Riwayat Bukhari).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menjelaskan Hadits di atas, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabiat manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah.

Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah, kita bisa melihat kalau orang sedang marah, maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang….”

Berikut adalah adab-adab yang harus diperhatikan seorang Muslim berkaitan dengan marah yang disusun oleh Syaikh Sayyid Nada dalam kitab Mausuu’atul Aadaab al Islamiyah.

~.::*Pertama, jangan marah, kecuali karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Marah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala’ merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. Misalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela.

~.::*Kedua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia mengingatkan, kemarahan kerap berujung dengan pertikaian, dan perselisihan yang berujung pada dosa besar dan memutuskan silaturahim.

~.::*Ketiga, ketika marah, ingat keagungan dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika mengingat kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka kemarahan akan bisa diredam.

~.::*Keempat, menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Allah Subhanahu Wa Ta’ala. menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya yang telah muncul. Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :

” … Dan orang-orang yang menahan Amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat Kebaikan.” (QS. Ali Imran [3] : 134).

Menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bahri, ketika kemarahan tengah memuncak, hendaknya segera menahan dan meredamnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda :

“Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki.” (Riwayat Ahmad).

~.::*Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda :
“Jika seseorang yang marah mengucapkan; ‘A’uudzu billah (aku berlindung kepada Allah, niscaya akan reda kemarahannya.” (Riwayat Ibu ‘Adi dalam al-Kaamil.)

~.::*Keenam, diam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda : “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (Riwayat Ahmad).

~.::*Ketujuh, mengubah posisi ketika marah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (Riwayat Ahmad).

~.::*Kedelapan, berwudhu atau mandi. Marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. “Maka dari itu, wudhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah,” tuturnya,

~.::*Kesembilan, memberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji para hamba-Nya “… Dan jika mereka marah mereka memberi maaf.” (QS. Asy-Syuura [42] :37).

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,adalah sosok manusia sempurna,berakhlaq mulia,terpercaya dalam segala-galanya,tutur kata yang santun, lemah lembut,jujur terpercaya sepanjang hidupnya,adil bijaksana,sabar, penyayang,hidup sederhana,dan pemaaf kepada orang yang bersalah. Oleh karena itu hendaklah wajib kita ikuti, dan teladani akhlaq mulia Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Demikian Semoga manfaat buat kita semua, Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala ‘. Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA....Aamiin Allahuma AAmiin…

ღ•Sahabat Saudaraku fillah..Silakan di Tag/Share semua Untuk Umat dan Syiar Islam,,Bantu Tag Sahabat-sahabat yang lain…. Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.

~.::*ღ•SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah•ღ*::.~

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

baca betul2

DUNIA CINTA